Total Tayangan Halaman

Rabu, 14 Maret 2012

CARA MEMAINKAN DRAMA YANG BAIK SERTA BAGAMIANA CARA ANDA MEMPERSIAPKANNYA


Achievment.

Achievment atau yang jika kita artikan dalam bahasa Indonesia sebagai sebuah pencapaian atau sesuatu yang telah kita capai. Kita bisa mencapai sesuatu kalau kita sendiri memiliki tujuan atau sesuatu yang kita inginkan untuk bisa kita capai.
Maka itu saya akan coba ceritakan sedikit mengenai hal-hal sederhana yang telah saya capai dan bagaimana melakukannya.
Dari semua hal yang pernah saya capai, saat ini saya akan fokus pada 1 hal yaitu pencapaian yang saya banggakan yaitu mengenai drama.
Bicara soal drama dulunya saya adalah orang yang tidak pernah berani tampil di depan umum, apalagi bermain drama. Namun ketika saya kelas 2 SMU saya melihat ada teman-teman yang berani untuk tampil bermain drama di sekolah lalu, melihat kakak perempuan saya bermain drama di gereja. Saya memang sering sekali melihat permainan drama kakak perempuan saya bersama dengan teamnya di gereja, walaupun saat itu saya belum menjadi warga gereja, saya hanya datang kalu ada acara-acara saja, namun saya takjub melihat pagelaran drama yang dipentaskan begitu luar biasa.
Singkat cerita pencapaian saya dibidang drama dimulai ketika saya kelas 3 SMU. Saat itu pelajaran bahasa indonesia terdapat materi dimana para murid diwajibkan mementaskan drama, dan nilai dari drama ini akan di ambil sebagai nilai UAS. Pada saat itu entah apa yang dipikirkan oleh sang guru bahasa, saya ditunjuk menjadi ketua kelompok, memang saat itu satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok.
Ternyata ide-ide yang saya masukan ke dalam kelompok diterima dengan baik dan menghasilkan sebuah nilai tertinggi di kelas, sampai saat itu sang guru memberikan tepuk tangan dan menjadikan contoh kelompok saya bagi kelompok yang lainnya. Setelah itu pada pelajaran bahasa inggris pun sama seperti pelajaran bahasa indonesia yaitu memerankan drama dan nilainya akan dimasukan ke dalam nilai UAS. Saat itu teman-teman yang pandai berbahasa inggris ditunjuk menjadi ketua-ketua dalam kelompok dan saya langsung dibooking oleh salah seorang ketua kelompok. Hasilnya kelompok kami menjadi nilai tertinggi.
Singkat cerita saya memutuskan untuk benar-benar melayani di gereja dan fokus pada pelayanan bidang drama, ternyata setelah terjadi regenerasi dari angkatan kakak perempuan saya dahulu kepada orang-orang yanglebih muda, tidak menjadikan drama di gereja semakin baik melainkan semakin buruk, alangkah kagetnya saya ketika melihat drama yang ditampilkan tanpa adanya respon dari penonton. Sejak saat itu saya bertekat akan menaikan kembali drama di gereja ini.
Saat pertama saya mulai masuk dalam team drama saya menulis naskah, namun naskah tersebut belum diterima. Tetapi saya sudah diminta memainkan peran utama dengan penuh emosional dalam cerita sedih. Penampilan pertama ini mendapatkan respon yang baik dari penonton ada beberapa penonton yang berkata terharu.


Selanjutnya saya ditunjuk sebagai penulis naskah dan selalu diminta memainkan peran utama. Pada drama selanjutnya saya memainkan drama yang penuh penderitaan dan kesedihan. Target saya adalah jika dahulu mereka terharu kali ini mereka harus sampai menangis. Alangkah kagetnya dan senangnya saya ketika selesai pentas drama saat itu banyak yang bilang sedih banget dan banyak yang menangis. Kebetulan saat itu saya memainkan peran anak cacat fisik karena ketika bayi gagal diaborsi dan dibenci oleh orang tuanya dan berakhir dengan kematian si anak ini.
Saya pernah membuat dan memainkan cerita drama horror comedy. Dimana saat itu saya menamakannya sebagai drama surpise, karena saat itu semua pemain menyamar sebagai penonton dan duduk tersebar diantara penonton kecuali satu orang yang berperan sebagai Raja kegelapan. Pada satu adegan kesurupan semua pemain langsung histeris yang sontak saja mengaggetkan para penonton lainnya.
Pada hari valentine saya memainkan drama romantis yang membuat semua penonton, berulang kali teriak cie... cie.. dan hmmm romantisnya...
Selanjutnya saya memainkan pentas drama gabungan dengan penonton 1000 orang. Saat itu saya membuat naskah drama bersama beberapa orang teman, mereka banyak sekali memberikan ide dalam hal penyajian. Saat itu cerita yang dimainkan lebih ke arah action comedy. Seselesainya drma dan acara itu, banyak yang menghampiri saya dan teman-teman untuk mengatakan bahwa drma barusan sangat kreative dan bagus. Bahkan seorang Pendeta pastoral yang memimpin gereja-gereja ini juga mengahmpiri saya dan mengatakan drama yang luar biasa.
Setelah itu masih banyak drama-drama yang saya  mainkan sampai saya ditarik oleh sebuah management. http://issuu.com/ai_mutz/docs/bigstar.management.blogspot.com

How to ???
Bagaimana cara mencapai drama yang baik termasuk membuat naskah drama yang luar biasa.
Membuat naskah            :
1.       Survey tempat yang akan kita gunakan bermain drama, pastikan ada berapa pintu yang bisa anda pakai untuk keluar masuk, termasuk ruang tembus dari belakang panggung menuju pintu masuk ruangan pentas, periksa apakah ada ruang belakang panggung atau tidak, periksa bagaimana posisi penonton duduk. Semua hal ini bertujuan agar anda dapat membuat langkah-langkah drama dan penggantian dalam setiap adegan sesuai dengan tempat pentas sehingga tidak mengganggu anda dalam memainkannya dan enak dinikmati.

2.       Sebelum membuat naskah kita sudah tahu cerita apa yang ingin kita buat beserta latar belakangnya. Misalkan drama sedih, latar belakangnya adalah keluarga. Juga para pemain yang cocok untuk memainkan tokoh dalam drama tersebut.

3.       Selanjutnya, kita harus membuat tujuan atau pesan dari drama yang akan dipentaskan.


4.       Setelah tahu hal pada nomor 1, 2 dan 3 maka selanjutnya mulailah membayangkan latar tempat dalam drama yang dibagi dalam beberapa step/bagian. Dalam setiap step menjadi penentuan penggantian adegan atau gambaran tempat. Misalkan step 1 adalah rumah, step 2 sekolah, dan step 3 adalah taman. Jangan lupa juga dalam membuat naskah drama kita bisa mengukur waktu sesuai dengan waktu yang diberikan pada kita untuk pentas.

5.       Dalam membuat naskah yang baik anda harus masuk ke dalam naskah tersebut, maksudnya adalah saat anda membuat naskah pikiran dan emosi anda secara imaginatif berada pada adegan dalam naskah drama yang anda buat tersebut. Misalkan anda membuat cerita sedih anda harus bisa mencapai tahapan dimana cerita dalam naskah tersebut membuat anda ikut menangis saat menuliskannya.

6.       Buatlah naskah drama menggunakan kata-kata yang enak untuk diucapkan atau sesuaikan dengan karakter tokoh dalam drama yang dimainkan atau sesuaikan dengan suku dari tokoh atau background cerita yang anda buat.

7.       Setelah selesai, baca sekali lagi naskah yang anda tulis maka biasanya ada beberapa kata-kata yang anda temukan kurang baik dan akan anda perbaiki menjadi lebih sempurna.

8.       Selanjutnya jika naskah telah selesai mulai hubungi kawan-kawan anda yang ikut berperan dalam drama yang anda buat untuk dijelaskan setting drama serta dibagikan naskah drama untuk dibaca dan dipelajari.

Menjadi pemain drama yang baik :
1.       Membagi team dalam beberapa posisi, antara lain
                                                        I.            Posisi sebagai para pemain drama
                                                      II.            Posisi sebagai pencahayaan
                                                    III.            Posisi sebagai pengendali musik latar termasuk LCD jika diperlukan
                                                    IV.            Posisi sebagai pengatur sound system ( besar kecilnya suara)
                                                      V.            Posisi sebagai pengatur desain panggung.
                                                    VI.            Posisi sebagai make up artis
                                                  VII.            Posisi sebagai pembantu mengatur keluar masuknya pemain dibelakang panggung
2.       Semua team harus membaca naskah drama dan mendengarkan saat si penulis naskah meneragkang peranan pada posisinya masing-masing. Setiap orang dalam team harus mengerti dan benar-benar paham apa yang harus dilakukannya. ( biasanya asing-masing orang akan menandai apa yang harus dilakukan pada nakah drama mereka)


3.       Bagi para pemain drama baca naskah secara keseluruhan dengan baik dan benar dengan menghayati isi serta membayangkannya. Jangan hanya membaca naskah yang sesuai dengan tokoh yang anda mainkan, tujuannya adalah anda bisa mengerti jalur cerita dari drama yang anda pentaskan dan ini membantu anda untuk memahami setting tempat dan mendapatkan feel saat pentas.
4.       Perhatikan akting para pemain film di televisi. Perhatikan setiap ekspresi yang dimunculkan para aktris saat berakting.
5.       Latihlah akting anda di depan cermin. Buatlah ekspresi yang anda munculkan menjadi senatural/sealami mungkin, jangan sampai terlihat berlebihan.
6.       Perhatikan sekeliling anda dan fokuslah melihat secara detail pada karakter-karakter yang sesuai dengan karakter yang anda mainkan dalam drama. Misalkan anda memainkan karakter sebagai orang gila, maka perhatikanlah bagaimana orang gila itu bertingkah laku, berbicara, berekspresi, serta cara ia berpakaian.
7.       Latihlah diri anda bersama dengan team yang ada sesering mungkin, dan lakukan selalu evaluasi dalam hal berekspresi maupun bertingkah laku selama masa latihan berlangsung.
8.       Hayati peran yang anda mainkan seolah tokoh dalam cerita yang anda lakoni memang benar-benar anda. Misalkan anda memainkan peran sebagai orang yang putus cinta dan sangat sedih bahkan depresi, hayati seolah anda memang baru saja putus cinta dan dalam keadaan yang sedih dan depresi. Jangan berpikir tapi hayati.
9.       Mendekati hari H lakukan beberapa latihan menggunakan semua peralatan serta team yang ada. Lakukan sekali lagi pada gladiresik dilokasi dengan serius seolah anda dan team benar-benar sedang mementaskan drama.
10.   Pada hari H datanglah 30-60menit lebih awal untuk mempersiapkan semua hal yang diperlukan dan memeriksa semua dalam keadaan siap untuk digunakan, serta memeriksa barang bawaan untuk pentas siapa tau ada yang lupa dibawa jadi masih memiliki waktu untuk mengambil atau mencari solusinya.
11.   Lakukan doa bersama sebelum dan sesudah bermain drama, untuk minta penyertaan Tuhan dan memberikan ketenangan.











TIPS               :
Ø  Bagi para pemain drama ingatlah baik-baik bahwa bukan penonton yang membawa kita dalam suasana mereka tetapi kita yang membawa penonton dalam suasana kita.
Maksudnya adalah saat bermain drama jika penonton ada yang memberikan celetukan-celetukan, misal celetukan lucu padahal cerita sedih, berusahalah tarik perhatian penonton terebut untuk sedih atau minimal diam, dengan cara kita tetap fokus dan lebih serius dalam melakoni drama tersebut dan jangan berespon terhadap celetukan tersebut apalagi ikut tersenyum.

Ø  Jangan pikirkan siapa dan berapa banyak penonton yang sedang menyaksikan drama kita, tetapi fokuslah pada peran yang sedang kita lakoni. Tidak ada lagi rasa malu, canggung atau takut.
Tidak perduli siapa yang sedang mononton saat itu, baik pacar, orang tua, kerabat, guru, orang-orang penting atau jumlah yang hadir saat itu mau 100 atau 1000, jangan pikirkan lagi hal itu saat anda naik panggung bahkan sebelum anda naik panggung.

Ø  Jika anda membaca dan menghayati naskah dengan baik dan benar maka yakinlah anda akan lupa siapa diri anda yang sebenarnya saat anda naik ke atas panggung pentas dan yang anda ingat hanyalah diri anda sebagai tokoh atau karakter pada drama yang saat itu anda mainkan.

Sebenarnya bermain drama itu tidak sulit, yang penting anda menyukainya dan mau memperhatikan lebih seksama serta mempelajari lingkungan sekitar anda.
Semua hal mengenai teknik dan tips telah saya paparkan pada tulisan ini, jadi jika anda menyukai bermain drama dipanggung mulailah dari sekarang. Jika anda malu paksakan diri anda utnuk melangkah dan memulai dari peran-peran kecil karena berlakon dalam drama itu sangat menyenangkan dan bukan sesuatu yang menakutkan.
Bermain drama juga merupakan perbuatan yang baik karena dari drama serta akting yang kita lakoni kita membuat sebuah pesan bijaksana yang akan kita sampaikan bagi para penonton. Dimanapun dan siapapun penontonnya.
Lihatlah bagaimana serunya emosional orang-orang bisa kita kendalikan saat kita berlakon drama

14/03/2012
Ditulis oleh Nadi admaka 




referensi tempat makan b1/b2 di Sukabumi : http://laponababansukabumi.blogspot.com/?m=1

Minggu, 11 Maret 2012

Ketika media hadir tanpa didampingi sebuah kebijaksanaan.


Ketika media hadir tanpa didampingi sebuah kebijaksanaan. Oleh : Nadi admaka
Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini kita bisa berbagi dan mendapatkan informasi apapun dengan sangat mudah. Salah satu sarana kita mendapatkan dan berbagi informasi adalah media, seprti televisi, radio, koran, majalah, dan yang paling ngetrend saat ini adalah internet. Bahkan saking ngetrennya, dunia periklanan di televisi mengumpamakan kemudahan teknologi dengan hanya berinternet seseorang bisa mendapatkan makan gratis di sebuah restaurant, seseorang dari kampung bisa naik mobil mewah ketika sampai di kota. Iklan ini menunjukan kemudahan. Internet sebagai media kini telah menjadi santapan tidak hanya bagi kelas atas saja, bahkan orang ndeso pun sudah tau yang namanya internet. Namun pada kenyataanya apakah benar masyarakat kelas bawah juga telah mengerti dengan yang namanya internet ? Anda bisa menilainya sendiri.

Media lain yang lebih membaur dengan masyarakat adalah televisi. Percaya atau tidak ternyata televisi telah banyak mempengaruhi kehidupan individu. Mengapa tidak, kini kita bisa melihat segala hal dari berbagai negara, berbagai kisah dan kejadian , berbagai kebudayaan, hanya dari sebuah kotak kaca berukuran 14”. Bahkan saking canggihnya kehidupan jaman sekarang, televisi bisa anda bawa kemana-mana, yaitu televisi dalam bentuk telepon genggam. Hanya dengan sekitar 700ribu rupiah seseorang sudah bisa mendapatkannya. Salah satu contoh pengaruh yang paling marak saat ini adalah boy band, yang memang mendapat pengaruh besar dari Korea.

Namun tahukah anda kecanggihan dan kemodernan yang tidak diimbangi dengan pemberian pemahaman yang baik saat menggunakannya sangat berbahaya. Efek dari media inilah yang harus diperhatikan.
Jika anda melihat siaran televisi untuk anak jaman sekarang, tidak lagi seperti ketika saya kecil kira-kira 20tahun yang lalu. Dulu ketika saya menonton film kartun maka ada pesan moral yang disampaikan secara mendalam. Contohnya film Doraemon yang meningkatkan imajinasi anak untuk bisa berkarya, film yang lainnya ada Ikyusan yang mengajarkan seorang anak untuk menjadi anak yang baik dan bijaksana. 2 film ini menjadi film paling favorit pada jaman saya.

Untuk anak  jaman sekarang? Saya rasa film seperti ini menjadi film yang paling membosankan. Film yang disukai anak-anak saat ini adalah film kartun yang bertemakan kekerasan, perkelahian, pertarungan, persaingan, menonjolkan kekuatan, dan ketololan. Ketololan dianggap lucu dan menarik, karakter si beruang kutub berwarna putih yang memiliki teman seekor pinguin dan kadal, ketololannya menjadi hal yang luar biasa bagi anak-anak. Kekuatan dan persaingan dianggap menjadi hal yang patut dilakukan untuk menjadi orang yang terbaik, hingga akhirnya kesan kekerasan menjadi hal yang boleh dilakukan. Hal-hal di atas tidak hanya ada pada film kartun, hal seperti ini juga ada pada film-film orang dewasa, sinetron, serial drama asia yang juga penuh dengan intrik dan penuh dengan perselingkuhan, dsb. Inilah yang dipertontonkan oleh dunia pertelevisian saat ini. Bayangkan jika anda dicekoki hal seperti ini sejak anda kecil sampai dewasa, bahkan setiap hari. Jadi tidak heran jika anda melihat anak anda bergayakan seorang yang sedang berkelahi saat ia sedang bermain dan tidak heran jika banyak sekali terjadi keributan rumah tangga, karena dipicu rasa curiga satu dengan yang lainnya serta maraknya kasus perselingkuhan yang akhirnya menjadi kenyataan.

Selain acara hiburan dari televisi, acara berita seperti bedah kasus atau rekonstruksi sebuah kasus kejahatanpun bisa menjadi hal yang berefek buruk. Contohnya seperti kasus pemerkosaan dan pembunuhan diangkot. Kasus ini diulang-ulang beritanya oleh hampir semua stasiun tv. Setiap hari. Bahkan rekonstruksinya ditunjukan dengan begitu detail di televisi. Lucunya setelah kejadian ini muncul kejadian serupa, yang berulang.

Mengapa demikian?

Sebenarnya hal ini bisa dijelaskan, karena secara Psikologi sesuatu yang diulang-ulang  akan masuk ke dalam ingatan jangka panjang. Jadi ketika seseorang menyaksikan siaran rekonstruksi di televisi, sebenarnya tanpa mereka sadari hal tersebut telah masuk ke dalam ingatan bawah sadarnya dan jika suatu saat kondisi psikologisnya sedang tidak stabil, bisa saja ingatan itu muncul kepermukaan, dan bisa saja apa yang ada di ingatannya itu direalisasikan. Selain itu sebenarnya setiap individu mengalami yang namanya proses belajar. 

Bahkan menurut salah satu teori psikologi, ada proses belajar yang disebut imitation (meniru), dan seseorang cenderung lebih mengikuti dari apa yang mereka lihat secara visual, seperti ketika menyaksikan televisi. Maka itu tidak heran jika anak yang terlalu sering menonton televisi, bertingkah sperti karakter dalam film tersebut dan ketika satu kasus kejahatan terungkap, akan muncul kejahatan serupa. Seolah memiliki efek domino. Maka itu masih banyak hal yang perlu diperbaiki oleh pemerintah untuk media. Jika pemerintah belum bisa, paling tidak kita bisa membantu orang terdekat kita atau minimal diri sendiri.

Di tulis oleh :
Nadi admaka

referensi tempat makan di Sukabumi : http://laponababansukabumi.blogspot.com/?m=1

Jumat, 09 Desember 2011

Iman dan Logika

Dalam hidup ini kita tidak pernah bisa lari dari yang namanya masalah. Namun sadarkah anda bagaimana anda bisa merasakan namanya mujizat dan bisa sangat mensyukurinya jika tidak ada masalah. Anda bisa sangat bersyukur ketika anda keluar dari sebuah masalah yang anda hadapi. sederhananya adalah seperti ini, bagaimana anda bisa merasakan luar biasa rasanya duduk, jika anda tidak pernah merasakan berjalan jauh atau berdiri terlalu lama.

Namun yang paling penting dari itu semua adalah bagaimana anda bisa melewati masalah anda, bagaimana anda bisa bertahan dalam proses kehidupan ini?


Sering kali orang ketika menghadapi masalah adalah mengeluh lalu berpikir negatif lalu mulai tidak percaya diri dan akhirnya menyerah. Saya rasa semua orang pun pernah mengalami berpikir negative bahkan saya katakan sangat wajar jika orang berpikir negative saat ada masalah. Namun tahukah anda dengan anda berpikir negative dan mengeluh sebenarnya anda sudah menghilangkan kemungkinan untuk mencapai keberhasilan.

Saya juga pernah memiliki masalah, bahkan bisa dibilang saya yang dulu adalah orang yang sangat negative thinking (berpikir negative) dan paling sering mengeluh. Mungkin kalau ada kompetisi saya bisa mendapat gelar MASTER.

Namun akhirnya suatu hari Tuhan memberikan saya hikmat untuk masalah ini. Ternyata semua hal ini ada kuncinya. Ada 2 point penting yang harus anda lakukan yaitu
1. Jangan mengeluh melainkan paksakan mulut dan hati anda untuk bersyukur.
2. Paksakan pikiran anda untuk berpikir positif.

Untuk bisa berpikir positif anda harus memaksanya - Nadi admaka -

Untuk hasilnya baik atau tidak baik itu urusan nomor 2, namun lucunya dan biasanya ketika melakukan 2 hal ini, kita lebih bisa mencari solusi dan sepertinya (menurut pengalaman saya) Tuhan lebih mau turun tangan untuk membantu.

2 hal di atas di sebut dengan Iman. Iman yang kuat adalah keyakianan akan sebuah keberhasilan yang positif walaupun kemungkinannya sangat kecil atau bahkan 0 (nol). Namun inilah iman yang dapat memindahkan gunung, jika dalam kehidupan modern sekarang melakukan sesuatu yang ajaib.

Namun Iman yang besar dan kuat seperti ini dikatakan sebagai hal bodoh bagi masyarakat kebanyakan. Mereka mengatakan bodoh karena menurut mereka itu tidak masuk dalam logika mereka, dan sangat tidak mungkin.

Namun tahukah anda bahwa segala hal luar biasa yang ada di era yang luar biasa ini semua adalah berawal dari hal yang tidak masuk logika. Benda besi yang sangat berat dan besar bisa terbang dan ada yang mengapung di air bahkan membawa banyak sekali manusia, manusia mendarat di luar angkasa, dsb.

Imanmu menentukan bagaimana akhir dari apa yang anda lakukan.

By Nadi admaka

Kamis, 08 September 2011

Kitab Pengkhotbah

Kitab Pengkhotbah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Pengkhotbah
Alkitab Ibrani
Tanach.jpg
Portal Yahudi
Portal Kristen
Kitab Pengkhotbah adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Lama. Judul ini berasal dari bahasa Ibrani: קוהלת (Qohelet). Dasar kata ini adalah קהל (Qahal), yang berarti "perhimpunan". Kata Qohelet inilah yang diterjemahkan menjadi "Pengkhotbah" yang menyiratkan fungsi keagamaan. Namun demikian isi Kitab ini tidak mencerminkan fungsi tersebut. Karena itu, sebagian para sarjana mengusulkan guru sebagai terjemahan alternatif, meskipun kata ini pun tidak berhasil sepenuhnya menangkap gagasan dasar yang dikandung dalam istilah bahasa Ibraninya. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), kata qohelet dalam teks diterjemahkan menjadi 'Sang Pemikir'.
Sang Pengkhotbah secara harafiah adalah seseorang yang berkhotbah kepada pertemuan ini. Dalam bahasa Inggris, kitab ini disebut Ecclesiastes yang berasal dari bahasa Yunani dalam kitab Septuaginta (LXX): Εκκλησιαστής. Kata ini berasal dari kata Yunani: Εκκλησία (Gereja/jemaat). Artinya tetap saja sama, seseorang yang berkhotbah pada sebuah pertemuaan.
Kitab Pengkhotbah berisi buah pikiran dari 'Sang Pemikir'. Ia merenungkan secara dalam-dalam betapa singkatnya hidup manusia ini, yang penuh pertentangan, ketidakadilan dan hal-hal yang sulit dimengerti.
Maka disimpulkannya bahwa "hidup itu sia-sia". Ia tak dapat memahami tindakan Tuhan dalam menentukan nasib manusia. Tetapi meskipun demikian, dinasehatinya orang-orang untuk bekerja dengan giat, dan untuk sebanyak mungkin dan selama mungkin menikmati pemberian-pemberian Tuhan.
Kebanyakan dari buah pikiran Sang Pemikir itu bernada sumbang, bahkan putus asa. Tetapi kenyataan bahwa buku ini termasuk dalam Alkitab, menunjukkan bahwa iman yang mendasarkan Alkitab cukup luas untuk mempertimbangkan juga keragu-raguan dan keputusasaan semacam itu.
Banyak orang yang telah membaca kitab ini merasa terhibur, karena mereka seolah-olah melihat sifat-sifat mereka berdiri di dalam kitab Pengkhotbah ini. Mereka pun sadar bahwa Alkitab yang mencerminkan pemikiran-pemikiran yang sumbang itu, juga memberi harapan tentang Tuhan, harapan yang memberi arti kehidupan yang sebenarnya.
Berdasarkan Pengantar Alkitab Lembaga Alkitab Indonesia, 2002

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Pengkhotbah di dalam Kanon

Kitab Pengkhotbah merupakan satu dari lima gulungan (Megillot) yang dibaca pada hari raya Pondok Daun.[1] Di dalam kanon [Alkitab Ibrani], kitab ini termasuk dalam bagian tulisan-tulisan (Yahudi: Kethuvim) dan berada pada urutan ke-6 dari bagian tersebut.[2] Kemudian di dalam kanon lainnya, seperti Septuaginta dan Vulgata (bahasa Latin; kanon Katolik Roma saat ini), terdapat pengelompokkan tulisan-tulisan yang dianggap berasal dari Daud dan Salomo.[3] Dengan demikian urutannya adalah Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, Kebijaksaan Salomo (dalam kanon Protestan kitab Kebijaksanaan Salomo dianggap Apokrifa).[3] Alasan penempatan ini adalah acuan tak langsung pada Salomo dan adanya tulisan-tulisan hikmat yang dikaitkan dengan nama Salomo.[3] Kelompok ini ditempatkan setelah Mazmur karena tulisan yang dianggap berasal dari Salomo harus ditempatkan setelah tulisan-tulisan yang berasal dari Daud, ayahnya.[3]
Sebenarnya kitab Pengkhotbah ini memiliki kontradiksi-kontradiksi dengan ortodoksi Yahudi saat itu.[1] Karena itulah ada tafsiran yang mengatakan bahwa pasal 12:12-14 merupakan tambahan yang bertujuan mengarahkan kitab ini ke arah ortodoksi, yaitu penerapan hukum Yudaisme.[1] Nampaknya kitab ini berhasil masuk kanon Yahudi karena dianggap berasal dari Salomo.[1]

[sunting] Perdebatan mengenai Pengarang

Secara tradisional pengarang Kitab Pengkhotbah dianggap sebagai Salomo, anak Daud, yang dikenal memiliki hikmat Ilahi.[4] Para penafsir Yahudi tradisional membaca secara harafiah Kitab Pengkhotbah 1:1 dan menerjemahkannya sebagai hasil karangan Salomo.[4] Penafsiran tradisional ini bertahan hingga munculnya metode-metode yang bersifat kritis, baik historis maupun literer, yang melihat inkonsistensi pada beberapa bagian.[4] Ada beberapa alasan yang menunjukkan bahwa penulis kitab ini bukanlah Salomo:

[sunting] Alasan Isi

Pertama-tama, memang nama Salomo tidak pernah dikatakan secara eksplisit dalam seluruh kitab ini.[4] Lalu dalam pasal 1:16 dikatakan bahwa ada orang-orang yang memerintah Yerusalem sebelum Kohelet, padahal hanya ada satu orang yang pernah memerintah Yerusalem sebelum Salomo, yaitu Daud.[4] Kemudian kesan bahwa ada raja atau tokoh kerajaan yang berbicara hanya ada pada pasal 1-2, sedangkan sisanya kesan yang muncul adalah seorang tua yang merenung dan memberi nasihat.[4] Ditambah lagi pada pasal 8:2-8 disinggung mengenai perilaku seorang abdi di depan raja, sehingga bagian itu tentulah pemikiran seorang abdi, bukan raja.[4]

[sunting] Alasan Bahasa

Bahasa senantiasa mengalami perkembangan.[4] Di dalam kitab ini banyak ungkapan yang dipengaruhi oleh bahasa Aram, misalnya sye dari asyer dan illu dari im lo.[4] Padahal pengaruh bahasa Aram terhadap bahasa Ibrani baru dimulai menjelang pembuangan (587/6 SM) hingga menjadi dominan pada masa sesudah pembuangan (538 sM.), dan akhirnya dipakai bersama bahasa Ibrani sebagai bahasa pergaulan untuk penduduk Palestina pada zaman Yesus.[4] Selain itu, ungkapan-ungkapan kitab ini juga memiliki banyak kemiripan dengan ungkapan dalam Mishna, yaitu kumpulan hukum lisan Yahudi, dan penulisan Mishna tidak mungkin berdekatan dengan masa Salomo.[4]

[sunting] Alasan Pemikiran

Dalam kitab ini terdapat pengaruh pemikiran Yunani, meskipun tidak perlu menganggap bahwa pengarangnya menganut sebuah pemikiran filsafat Yunani tertentu.[4] Pengaruh pemikiran Yunani mulai tersebar di daerah sekitar Laut Tengah pada zaman Alexander Agung dan sesudahnya.[4]

[sunting] Alasan Gaya Bahasa

Secara kritis-literer, dapat diketahui bahwa ada perubahan narator dalam kitab ini, yaitu pada pasal 1-2 narator seolah mengidentikkan diri dengan Salomo, namun setelah itu narator seolah menjadi tokoh tua yang dikatakan sebelumnya.[4] Kemudian secara kritis-historis juga dapat ditemukan bahwa gaya menokohkan tokoh kerajaan yang terkenal, merupakan peniruan terhadap seni sastra Mesir kuno yang selalu merujuk kata-kata bijaksana ke seorang raja termashyur di masa lalu.[4]

[sunting] Waktu Penulisan

Mengenai waktu penulisan, ada berbagai pendapat yang berbeda.[3] Akan tetapi secara umum ada konsensus antara para ahli bahwa waktu penulisan Kitab Pengkhotbah adalah di antara tahun 400-200 sM.[5][3] Alasannya, kitab ini ditulis setelah pembuangan dan juga setelah mendapat pengaruh filsafat Yunani sehingga diperkirakan ditulis setelah tahun 400 sM.[3] Sedangkan alasan mengapa tidak mungkin melewati tahun 200 adalah adanya acuan terhadap kitab ini dari Kitab Sirakh (ditulis kira-kira 180 sM.)[3], serta ditemukannya bagian dari kitab ini di antara naskah-naskah Laut Mati yang umurnya diperkirakan berasal dari pertengahan abad ke-2 sM.[1]

[sunting] Referensi

  1. ^ a b c d e (Inggris)Georg Fohrer. 1968. Introduction to Old Testament. Nashville: Abingdon Press. Hal. 334.
  2. ^ (Inggris)Norman K. Gottwald. 1985. The Hebrew Bible: A Socio-Literary Introduction. Philadelphia: Fortress Press. Hal. 884.
  3. ^ a b c d e f g h W.S. Lasor. 2005. Pengantar Perjanjian Lama 2. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal. 145.
  4. ^ a b c d e f g h i j k l m n o Emanuel Gerrit Singgih. 2001. Hidup di Bawah Bayang-Bayang Maut: Sebuah Tafsir Kitab Pengkhotbah. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  5. ^ S. Wismoady Wahono.1986. Di Sini Kutemukan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

referensi web tempat makan sukabumi : http://laponababansukabumi.blogspot.com/?m=1

Kamis, 31 Maret 2011

Sisi lain udang dibalik batu

Jika anda melihat judul yg saya berikan, maka sudah sangat tidak asing lg buat anda. Ini adalah sebuah istilah yg dalam kamus bahasa Indonesia bermaksud ada makna tersembunyi yg seseorang lakukan. Namun suatu hari ktk saya menonton sebuah acara televisi yg dibawakan oleh Deddy Corbuzier saya bisa melihat istilah ini dr sudut pandang yg 1 nya lagi, wkt itu DC memberikan makna yg berbeda mengenai istilah ini yaitu " ada udang dibalik batu berarti selalu ada hal positif yg kt peroleh dari setiap hal negatif yg terjadi pada diri kita".

Lalu kata2 dan istilah ini mengingatkan saya akan buku yg berjudul Cacing dan Kotoran Kesayangannya, yang ditulis oleh seorang biksu yg bernama Ajahn Brahm. Dari banyak kisah yang diajarkan dibuku tersebut ada 1 cerita yang membuat saya benar2 berpikir.

Cerita tersebut mengisahkan bagaimana cara membesuk orang sakit dgn benar. Banyak org saat membesuk org sakit akan menanyakan keadaanya, kenapa bisa sakit, apa kata dokter, dan bagaimana yang dirasakan. Merasa sok akrab, merasa sok perduli dan tahukah anda apa yg anda lakukan tersebut adalah hal yg paling menyakitkan untuk orang yg sakit. Dan ini merupakan sisi lain dari istilah dimana udang dibalik batu menjadi ada batu dibalik udang.. Menurut kita memberikan udang itu nikmat namun trnyata ada batu yg ktk kita gigit udangnya membuat yg makan jd sakit giginya.

~Nadi~

Rabu, 02 Maret 2011

Sihir Cinta

Kata cinta mungkin tdk asing ditelinga kita. Krn kata Cinta sangat2 sering kt dgr baik di lingkungan kt sehari2 sampai acara2 di Televisi hampir sll ada kata cinta di dalamnya. Hingga saking sering & mudahnya orang mengatakan kata Cinta, hingga cinta it mjd sbh hal yg tdk berharga. Sesungguhnya Cinta adalah sesuatu yg sakral, namun anehnya kata Cinta tdk pernah memiliki arti yg sesungguhnya. Namun yg pasti Cinta dapat membuat titik putih di tengah dasar berwarna hitam dan membuat titik hitam di tengah dasar berwarna putih.
-Nadi admaka-